4 kuntum bunga tapak dara putih, 15 gr bayam merah, 5 butir angco, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan diminum airnya hangat-hangat.

 

Efek Yang Tidak Diinginkan

Pertama, setelah pemakaian vinblastine, biasanya terjadi penurunan sel darah putih (leucopenia) dengan tingkatan yang bervariasi dan kembali seperti semula dalam 1-2 minggu setelah penghentian pemakaian obat. Efek terhadap sel darah merah dan platelet sangat kecil. Sejumlah pasien dapat timbul gangguan nafsu makan dan reaksi pencernaan lainnya seperti mual, muntah, kesulitan buang air besar, dan beberapa timbul gangguan neurologis seperti susah tidur, sakit kepala, depresi mental, sensasi yang abnormal, dan kehilangan reflek dalam.

Kedua, keracunan vincristine bermanifestasi pada system saraf dengan gejala sensasi abnormal, rasa kebas pada tungkai, rasa sakit, kehilngan reflek dalam, rasa lemah, gangguan pergerakan, serak, kelumpuhan kelopak mata (ptosis), penglihatan kembar (diplopia), dan lain-lain. Dua puluh persen penderita menjadi botak (alopecia), juga menghambat system pembuatan sel darah, hemoglobin, platelets dan sel darah putih menurun 1-2 mg setelah pemakaian obat ini. Hambatan terhadap system hematopoliesis (pembuatan sel darah), relatif ringan dibandingkan dengan anti obat kanker lainnya.

 

Catatan:

Pertama, tumbuhan obat ini mengandung komponen aktif, vinblastine dan leurocristine (vincristine) yang berkhasiat anti kanker pada leukemia 1534, leukia 1210, AKR leukemia, Ehrlich ascetic liver carcinoma dan walker carcinoma 256. Komponen ini menghentikan mitosis sel kanker pada metaphase.

Kedua, di luar negeri, herba tapak dara ini dibuat obat suntik, yaitu Vincristine injeksi dan Vinblastine injeksi.

Ketiga, wanita hamil dilarang menggunakan tanaman obat ini.

Keempat, setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang serius tetap konsultasikan ke dokter.

 

Referensi:

Prof Hembing, Ensiklopedia Milenium Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia, Cet 1, 2000, (Jakarta: Prestasi Insan Indonesia), h. 156